Dahulu, aku bermain bersamamu...
Dahulu, aku bercanda bersamamu...
Dahulu, saat sedih menjumpai diriku...
Kau tetap ada di sampingku...
kini...
Kau telah pergi...
Kau telah hilang...
Entah kemana..
Walau begitu..
Kau tetap sahabatku...
yang abadi di hatiku...
selamanya....
Oh, Matahari
Secercah harapanku mulai timbul
Saat kau menyinari diriku...
Saat kau menghangatkanku...
Oh, matahariku...
Karna kau...
Semangatku yang mulai redup...
Semangatku yang mulai habis...
Berubah menjadi semangatmu!
Semangat yang berkobar-kobar...
Semangat yang menyala...
Semangat sepertimu...
Oh, matahariku...
Rokok
Dari balik pohon nirwana...
Kulihat rintik hujan turun...
Yang menghapus keresahan jiwaku...
Yang marah dan kesal
Tak beraturan...
Karna kulihat...
Seorang manusia tak berakal
Tak berhati
Dan tak berperasaan
Yang membuang
Rokok yang masih menyala...
di taman yang indah
diatas rumput kering...Wahai pujangga...
Apa jadinya taman tersebut jika hujan tidak turun...?
Apa hati pelaku akan luluh jika hal itu terjadi...?
Bumi
Tak sedih
Tak marah
Atau tak kesalkah engkau?
Saat kau lihat...
Satu-persatu manusia...
Yang katanya memiliki akal!
Mulai mengkhianati bumi yang indah ini
Merusaknya...Menghancurkannya...
Bahkan memandang layaknya sampah yang tak berguna...
padahal...
sebelum itu manusia-manusia rakus memakannya..
tanpa henti dan tanpa kasih sayang...
Tak sampaikah pesanku ini padamu...?
Wahai pemilik akal,hati dan pikiran...

keren mantep...
BalasHapuswah besok bakalan kesini lagi...tuch